Pencarian

Memuat...

Minggu, 23 Oktober 2011

ARAB PRA ISLAM DAN REALITAS SEKITARNYA


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Sebelum Nabi Muhammad diutus, umat manusia hidup dalam keadaan gelap gulita, penuh dengan segala macam kerusakan moral dan kebodohan. Keadaannya hampir menjerumuskan mereka ke dalam kehancuran total. Sebagai contoh, di negeri Arab orang-orang menyembah berhala dan patung yang mereka ciptakan sendiri.
Islam diturunkan di negeri Arab pada masa adanya kebutuhan yang mendesak dari seluruh umat manusia akan agama baru. Karena, pada masa itu ajaran para rasul terdahulu sudah tidak diindahkan lagi oleh manusia di seluruh negeri di dunia, baik di timur maupun di barat.
Allah SWT memerintahkan umat manusia agar menganut agama Islam dan mengerahkan seluruh kehidupannya untuk menyakini dan mematuhi ajaran-ajaran-Nya. Tujuannya adalah supaya manusia dapat mencapai keselamatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan dalam segala aspek kehidupan dunia dan akhirat, baik material maupun spiritual.
B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas kami sabagai pemakalah ingin merumuskan permasalahan agar mudah untuk dipahami, yaitu :
  1. Bagaimana keadaam masyarakat di Jazirah Arab?
  2. Bagaimana keadaan bangsa Arab sebelum Islam dan realitas sekitarmya?
C.    Tujuan Pembahasan
  1. Untuk membahas keadaam masyarakat di Jazirah Arab.
  2. Untuk menjelaskan keadaan bangsa Arab sebelum Islam dan realitas sekitarmya.


BAB II
PEMBAHSAN
ARAB PRA ISLAM DAN REALITAS SEKITARNYA
A.    Jazirah Arab
Mekah pada masa kelahiran Nabi Muhammad adalah sebuah kota yang amat penting dan terkenal diantara kota-kota di negeri Arab, baik karena tradisinya maupun karena kedudukannya. Dengan adanya ka’bah yang berada di tengah-tengah kota, Mekah menjadi pusat keagamaan Arab. Ka’bah didatangi untuk beribadah dan berziarah, didalamnya terdapat 360 berhala yang mengelilingi patung dewa utama, Hubal. Pada saat itu Mekah kelihatan makmur dan kuat.
Masyarakat Arab ketika itu hidup berdasarkan kesukuan, wilayahnya kebanyakan terdiri dari padang pasir dan stepa. Mayoritas penduduknya adalah suku-suku Badui yang mempunyai gaya hidup pedesaan padang pasir dan nomadic, berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain untuk mencari air dan padang rumput bagi binatang-binatang gembala. Sebagian lainnya adalah penduduk yang menetap di kota-kota seperti Mekah dan Madinah. Secara keseluruhan mata pencaharian yang penting adalah menggembala, berdagang dan bertani.
Peperangan antar suku adalah suatu kejadian yang sering terjadi sejak lama. Organisasi dan identitas social berakar pada keanggotaan dalam suatu masyarakat yang luas. Satu kelompok yang terdiri dari beberapa keluarga membentuk kabilah atau suku (klan). Beberapa kelompok kabilah membentuk suku yang dipimpin oleh seorang syekh. Masyarakat umumnya sangat menekankan hubungan kesukuan. Kesetiaan atau solidaritas kelompok menjadi sumber kekuatan bagi suatu kabilah atau suku. Seseorang banyak bergantung pada kehidupan suku yang sering saling menyerang.

B.     Arab Pra Islam dan Realitas Sekitarnya
Sebelum Nabi Muhammad diutus, umat manusia hidup dalam keadaan gelap gulita, penuh dengan segala macam kerusakan moral dan kebodohan. Keadaannya hampir menjerumuskan mereka ke dalam kehancuran total. Sebagai contoh, di negeri Arab orang-orang menyembah berhala dan patung yang mereka ciptakan sendiri. Oleh karena itulah Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW untuk memperbaiki keadan tersebut.
  1. Asal Usul Bangsa Arab.
Asal-usul bangsa Arab dari rumpun Bangsa Semit. Menurut Hasan Ibrahim Hasan, perkembangan bangsa Arab terbagi kepada dua kelompok besar, yaitu:
a)      Arab Ba'idah, yaitu kelompok yang telah punah sejarah mereka telah terhenti bersama dengan punahnya mereka dipermukaan bumi, seperti bangsa Ad dan Tsamud.
b)      Arab Musta'rabah (Arab Campuran), yaitu keturunan suku Ad-nan (keturunan nabi Ismail as)  yang umumnya mereka tinggal di hijaz.
Kehidupan orang-orang Arab sebelum Islam sering disebut dengan kehidupan Jahiliyah. Akan tetapi, jahiliyah dalam pengertian suatu tata kehidupan yang terlapas dari nilai-nilai ajaran Agama, wlaupun masyarakatnya menganut agama.
  1. Politik dan Pemerintahan
Bangsa Arab sebelum Islam tidak pernah dijajah oleh bangsa asing, bahkan tidak pernah tercipta kesatuan politik di seluruh jazirah Arab. Kerjaan–kerajaan kecil yang terdapat di Jazirah Arab bahagian selatan umumnya berdaulat atas wilyah mereka yang sempit dan sebatas masyarakatnya. Mereka lebih suka hidup berkabilah-kabilah dan setiap kabilah atau suku diperintah oleh seorang Syaikh, yaitu seorang yang dianggap tertua dan berani di antara anggota kabilah tersebut.
Oleh karena itu, tidak ada rasa solidaritas sosial yang menyeluruh bagi semua suku Arab, bahkan hubungan kerjasama antar suku hanya didasari atas kepentingan bersama, tanpa ada kepentingan bersama, sukar tercipta hubungan kerjasama antar suku atau antar kerjaan-kerajaan kecil yang terdapat di sekitar Jazirah Arab, seperti kerajaan Mu'in Himyar, Saba' Hirrah, gassan dan lain-lainya.
Kota Mekkah diperintah oleh suku quraisy, yang berasal dari keturunan Qusai bin Kilab. Oleh karena itu mereka disegasni dan dihormati oleh suku-suku Arab lainnya. Semenjak masa qusai bin Kilab, pelaksanaan pemerintahan kota Mekkah berjalan dengan baik. Akan tetapi, pada masa Abd. Al-Dar, salah seorang anak Qusai bin Kilab, telah mulai timbul perselisihan antar anak Abd. Al-Dar dengan anak saudaranya Abd. Al-manaf. Perselisihan ini umumnya disebabkan oleh kota mekkah. Perslisihan ini berlanjut sampai dengan kelahiran Nabi Muhammada SAW. walaupun dalam intensitas yang berbeda. 
  1. Sosial Kemasyarakatan
masyarakat Arab sebelum Islam adalah masyarakat feodal dan sudah mengenal sistem perbudakan. Sistem kekerabatanya adalah sistem partilinial (Patriarchat-agnatic), yaitu hubungan kekerabatan yang berdasarkan garis keturunan bapak. Wanita kurang mendapat tempat yang layak dalam masyarakat. Bahkan tidak jarang apabila mereka melahirkan anak perempuan, mereka merasa malu dan hina mereka kuburkan hidup-hidup, seperti yang dinyatakan dalam ayat Al-qur'an suran An-Nahal Ayat 58-59;

“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah.”
“Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.”
Dengan demikian, akhlak masyarakat telah merosot sekali, sehingga sering berlaku hukum rimba; siapa yang perkasa ialah yang berkuasa, siapa yang bodoh diperas oleh yang pandai, siapa yang miskin dihisap oleh yang kaya. Masa inilah yang disebut dengan masa Jahiliyah.
  1. Ekonomi dan Perdagangan
Terikat oleh keadaan geografis alam yang tandus kering dan gersang, maka pada umumnya kehidupan orang Arab sebelum Islam bersumber dari kegiatan perdagangan dan peternakan, terkenalah beberapa kota di Hijaaz sebagai pusat perdagangan, seperti Mekkah, madinah, yaman dan lain-lainya, dikota Mekah sekali setahun diadakan keramaian yang ramai dikunjungi orang sekitarnya, sehingga dengan demikian Mekkah tumbuh menjadi kota dagang antar suku bangsa yang terdapat di sekitar Jazirah Arab samping itu.
Penduduk yang tinggal dipedesaan umumnya hidup dengan beternak kambing, biri-biri, unta. Ternak ini sekaligus merupakan bahan makanan bagi mereka. Hewan ternak ini mereka gembalakan dengan jumlahnya amat sedikit dan terbatas diJazirah Arab justru itu kehidupan para pternak selalu berpindah-pindah, sesuai dengan lahan tempat mereka perselisihan atau peperangan antar suku dengan yang lain disebabkan ternak. Disebabkan antar oleh karena memperebutkan lahan yang memiliki padang rumput dan air, demi mempetahankan kehidupan.
  1. Agama dan Kepercayaan
Mayoritas bangsa Arab sebelum Islam menganut kepercayaan yang menyembah berhala atau patung atau benda-benda lain yang dianggap mempunyai kekuatan gaib, seperti batu, pohon kayu, binatang dan sebagainya. Oleh karena itu, dikalangan mereka terdapat beberapa nama tuhan yang disembah seperti Uzza, Mana, Lata dan Hubal. Hubal adalah tuhan orang-orang keturunan suku Quraisy. Berhala ini berbentuk manusia. Menurut riwayat yang umum, batu hubal ini, dibawa dan diperkenalkan oleh Umar Bin Luhay dari bani Huza'ih pada waktu itu dia berkeunjung ke Balqa' Siria, ia terpengaruh oleh sembahan penduduk tersebut.
Menurut anggapan orang-orang yang menyembah patung tersebut, patung yang mereka sembah itu memliki kekuatan gaib yang luar biasa. Umar Bin Luhay amat tertarik dengan kemampuan patung tersebut, ia meminta salh satu diantara patung yang disembah oleh penduduk Balqa' tersebut dan kemudian membawanya ke Makkah. Permintaannya dikabulkan oleh penduduk Balqa', maka dibawanya sebuah patung ke mekkah dan diletakan dekat Ka'bah, seraya menjelaskan keistimewaan-keistimewaan yang dimilikinya dan menganjurkan kepada penduduk Mekkah yang umumnya adalah keturunan suku Quraisy untuk menyembahnya. Akhirnya berkembanglah penyembahan patung Hubal tersebut dikalangan orang-orang suku Quraisy, sedangkan suku-suku yang lain juga memiliki patungnya sendiri dan diletakkan di dekat Ka'bah. Ada sekitar 360 buah patung di sekitar Ka'bah yang disembah oleh orang-orang Arab sebelum Islam.
Disamping agama menyembah berhala diatas terdapat pula sebahagian kecil penduduk Mekkah dan sekitarnya yang menganut agama Hanafiyah, yaitu agama monotheisme yang dibawa oleh nabi Ibrahim as.
  1. Kesenian
Cabang kesenian yang paling populer dan paling disenangi oleh masyarakat Arab sebelum islam adalah seni Sastr. Bangsa Arab dikenal dengan bangsa pengelana dan penyair. Syair-syair mereka biasanya berisi tentang cinta, wanita, khamar, kemegahan suku dan sebagainya. Di sekitar kota Mekkah diadakan pusat keramaian bagi penyair-penyair Arab, yaitu 'Ukaz dan Zul Majaz. Disini penyair Arab, yaitu 'Ukaz dan Zul Majazl disini penyair-penyair membacakan syair-syairnya dan biasanya dipertandingkan di antara sebagai tanda penghargaanl Mu'alaqat semacam piagam berisikan syair sang juara yang ditulis dengan tinta mas dan digantungkan di dinding ka'bah terkenallah beberapa orang penyair sebelum islam seperti Amrul Qais, Qis bin Sa'dah, Ummaiyah bin Abi Shalt dan lain-lainya. 
  1. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Di kalangan bangsa arab sebelum islam berkembang ilum Nujum, Ilmu falaq dan sebagainya ilmu falaq amat berguna bagi mereka untuk menentukan cuacal ilmu arsitek/bangunan hanya berguna/berkembang pada umumnya di Yaman. Disini terdapat kerajaan Saba' yang memiliki bendungan Sadd al-Ma'arib, yang merupakan peninggalan kerajaan Saba', yang membuktikan kemajuan bangunan pada masa tersebut. Bendungan ini dibangun pada abad ke-7 SM.


DAFTAR PUSTAKA
Syalabi, Ahmad, Sejarah dan Kebudayaan Islam, 1, Jakarta, Pustaka Al-    Husna,1983.
Muradi, H.,Dr.,MA,. Sejarah Kebudayaan Islam, Madrasah Tsanawiyah kelas        VII, PT. Karya Toha Putra, Semarang,2009.
Yatim, Badri, Dr., MA., Sejarah Peradapan Islam, PT. Raja Grafindo Persada,      Jakarta, 2008.
http//www.makalahqitha.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Anda pengunjung yang ke